Sunday, July 26, 2015

Spraying Rayap



JASA PENANGANAN ANTI RAYAP
INTEGRATED TERMITE MANAGEMENT  (SISTEM SEMPROT dan INJEKSI)

Metode  Chemical Barrier System (CBS) ditujukan untuk :
a. Untuk bangunan yang belum dibangun (Pre-Construction Building)
b. Untuk bangunan yang sudah dibangun (Post-Construction Building)
Cakupan hama : Semua Jenis Rayap Tanah (Subterranean Termites)


PROSEDUR PEKERJAAN

Prosedur pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pre- Construction (Rumah Belum Jadi)

a. Foundation Treatment (Pondasi)
Ditujukan untuk membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan penyemprotan ke dalam galian pondasi dan dinding pondasi sebanyak + 5 liter/m2.
ii. Dilakukan penyemprotan pada tanah urug setelah pondasi terpasang secara bertahap hingga seluruh pondasi tertutup oleh tanah urug.

b. Soil Treatment (Lantai tanah)
Ditujukan untuk melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke atas di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Penyemprotan dilakukan setelah proses urugan tanah selesai dan diratakan untuk membuat lantai kerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan saat tanah urug sudah ditimbun dengan pasir lantai kerja.
ii. Dilakukan penyemprotan pada lapisan teratas tanah urug pada lantai bangunan sebanyak + 5 liter/m2.

c. Wood Treatment (Kayu)
Ditujukan untuk melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kusen kayu yang belum di cat pada bangunan, sesuai tahapan pembangunan.
ii. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kayu struktur atap yaitu pada kuda-kuda dan plafon sebelum dipasang dengan tujuan agar pelaburan/penyemprotan dapat lebih menyeluruh.
iii. Larutan termitisida yang akan disemprotkan pada kayu itu sebanyak 0,3 ltr/m2.


2. Post-Construction (Rumah sudah jadi)

a. Foundation Treatment (Pondasi)
Ditujukan untuk membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pengeboran lantai (diameter 8 mm) pada kedua sisi dari dinding pondasi setiap 30-40 cm, dengan 5 ltr larutan/m1 sesuai kondisi di lapangan.
ii. Larutan termitisida kemudian diinjeksikan ke tiap lubang ±(2 liter) sehingga membentuk ikatan lapisan penghalang di dalam tanah.
iii. Dilakukan penutupan lubang dengan semen berwarna serupa dengan warna lantai.

b. Soil Treatment (Lantai tanah)
Ditujukan untuk melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke atas di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Penyemprotan dilakukan setelah proses urugan tanah selesai dan diratakan untuk membuat lantai kerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan saat tanah urug sudah ditimbun dengan pasir lantai kerja.
ii. Dilakukan penyemprotan pada lapisan teratas tanah urug pada lantai bangunan sebanyak + 5 liter/m2.

c. Wood Treatment (Kayu)
Ditujukan untuk melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kusen kayu yang belum di cat pada bangunan, sesuai tahapan pembangunan.
ii. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kayu struktur atap yaitu pada kuda-kuda dan plafon sebelum dipasang dengan tujuan agar pelaburan/penyemprotan dapat lebih menyeluruh.
iii. Larutan termitisida yang akan disemprotkan pada kayu itu sebanyak 0,3 ltr/m2.

Injeksi rayap langsung pada tanah
Injeksi rayap pada lantai rumah setelah dibor
Penyemprotan rayap pada halaman rumah
Chemical anti rayap dicampur dengan air

Anti Rayap Ampuh Sistem Injeksi dan Umpan Rayap


Sistem penanganan rayap yang umum dilakukan adalah dengan cara injeksi / penyemprotan. Chemical anti rayap diseprotkn di sekeliling rumah. Biasanya sistem ini banya diterapkan pada rumah yang belum jadi. Tetapi ada juga pada rumah yang sudah jadi yaitu dengan cara pengeboran pada sekekliling pondasi rumah. Kemudian chemical disuntikkan ke lubang tersebut dan ditutup kembali dengan semen.


Injeksi rayap pada sekeliling pondasi bangunan

Penyemprotanan chmeical anti rayap ke seluruh bagian dalam bangunan

Penyemprotan anti rayap di bagian luar rumah

Cara anti rayap lainnya adalah dengan  Sistem pengumpanan rayap. umpan rayap dipasang pada jalur rayap aktif yang akan dimonitor setiap 2 minggu sekali sampai koloni rayap eliminasi.

Pemasangan umpan rayap pada jalur rayap aktif

Cara Mendeteksi Rayap


Cara mudah Mendeteksi Rayap di rumah adalah dengan melihat jalur rayap. Rayap untuk dapat naik harus membuat jalur / semacam terowongan agar terlindung dari cahaya. Rayap menggerogoti kayu secara perlahan sampai akhirnya kayu itu habis.



Kayu kusen jendela yang termakan rayap


Untuk menangani hal tersebut ada yang namanya sistem pengumpanan rayap. Rayap tanah hidup dan berkembang biak optimal didalam tanah pada kedalaman 1 – 2 meter. Rayap membangun kerajaannya dengan cara berkoloni dan hidup secara berkasta. Kasta tertinggi adalah ratu dan raja, tentara, dan pekerja merupakan kasta terendah. Kasta pekerja yang bertugas merawat dan memberi makan kasta-kasta lain dalam satu koloni. Sifat transfer makanan dari rayap satu ke ribuan rayap lainnya adalah cara kerja mereka sehingga meyebabkan kecepatan kerusakan terhadap bahan bahan yang mengandung sellulosa seperti, kayu, kertas karpet, kabel dll yang merupakan makanan pokok rayap. Tingkat kerusakan dan daya jelajah dari tiga jenis rayap tanah yang paling hebat adalah jenis Coptotermes. Berdasarkan hasil survey dan kondisi bangunan yang sudah terinfestasi rayap maka kami merekomendasikan tindakan pengendalian dengan sistem pengumpan rayap / termite baiting system (TBS)

Adapun keuntungan dari sistem pengumpanan rayap adalah :

A.  Termite Baiting System tidak akan mengganggu atau merubah struktur  bangunan yang ditempati. Dengan sistem ini tidak perlu melakukan pengeboran pada interior maupun exterior.
B.   Termite Baiting System tidak hanya membentengi bangunan dari serangan  rayap, namun dapat memusnahkan koloni rayap.
C.    Dapat memberikan proteksi dari serangan rayap selama mungkin.
D.    System ini sangat cocok untuk highrise building.


METODE PELAKSANAAN SISTEM PENGUMPANAN RAYAP

Metode Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan.
Cakupan hama  Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp dan rayap jenis macro / micro.

PROSEDUR PEKERJAAN
a. Installation
Dilakukan pemasangan sistem pengumpanan pada lokasi :
• Above-Ground Station (AG)
Stasiun umpan yang dipasang langsung pada bangunan yang terserang. (hanya dipasang jika sudah ada serangan rayap aktif). Berisikan racun rayap berbentuk tissue yang disukai rayap.

• In-Ground Station (IG)
Stasiun umpan yang ditanam ke dalam tanah di sekeliling bangunan setiap ± 5-8 m. Stasiun umpan berisikan kayu umpan untuk memancing rayap yang sedang mencari makanan.


b. Monitoring
Dilakukan pemeriksaan rutin pada In-Ground Station tiap 2 minggu sekali. Jika ditemukan adanya serangan rayap aktif pada kayu umpan, maka kayu umpan diganti dengan recuit II.  Monitoring juga dilakukan pada Above-Ground Station untuk memastikan apakah umpan telah termakan dan jumlah umpan masih mencukupi sampai monitoring selanjutnya. Pada saat melakukan monitoring, dilakukan pula inspeksi pada area disekitar station dan area kritikal lainnya untuk mengetahui adanya infestasi rayap baru.

c. Elimination
Dilakukan pemeriksaan rutin & penambahan tissue di dalam In-Ground & Above-Ground Station tiap 2 minggu sampai koloni rayap habis tereliminasi (umumnya 3-6 bulan)


d. Monitoring Lanjutan
Setelah proses eliminasi koloni selesai, teknisi akan tetap melakukan monitoring pada Above-Ground Station dan mengganti Recruit II pada In-Ground Station dengan WMD / kayu umpan kembali.

Friday, January 31, 2014

CV Jakarta Pest Control

JAKARTA PEST CONTROL adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan Pest Control dan Termite Control. JAKARTA PEST CONTROL dibentuk tahun 2010, walaupun baru berdiri  tetapi sumber daya manusia, peralatan serta tekhnik pengendalian bisa disejajarkan dengan perusahaan Pest Control dan Termite Control terkemuka di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan diberikannya kesempatan dan kepercayaan rutin oleh beberapa perusahaan untuk menangani permasalahan hama di tempatnya. Kepercayaan yang diberikan tidak  terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang handal dan mempunyai pengalaman bertahun tahun dibidang pengendalian hama.
Pelayanan yang kami berikan mengacu kepada IPM (Integrated Pest Management) atau pengendalian hama terpadu sehingga memberikan rasa aman baik manusia, binatang, harta benda serta lingkungan, dan tidak mengganggu , melukai atau mematikan hama bukan sasaran.


Cakupan pelayanan Jakarta Pest Control meliputi area :
           
Hunian/Perumahan
Meliputi rumah tinggal, villa & unit apartemen.

Komersial
Meliputi  hotel, gedung, apartemen, perkantoran, restaurant, supermarket,    sarana pendidikan, sarana kesehatan dll.

Industri 
Meliputi gudang, kontainer, pabrik pengolahan makanan & non makanan dll.

Jenis pelayanan Jakarta Pest Control sebagai berikut :
•          Integrated Insect Management
Pengendalian secara terpadu pada serangga meliputi serangga terbang (lalat, nyamuk dll) dan serangga merayap (kecoa, semut, , laba-laba dll).
•          Integrated Rodent Management
Pengendalian secara terpadu pada tikus meliputi tikus got, tikus atap & tikus  rumah.
•          Integrated Pest Management
Pengendalian secara terpadu pada tikus & serangga.


Integrated Termite Management
Pengendalian rayap secara terpadu, berupa :
           
A. Chemical Barrier System (CBS)
Pengendalian rayap dengan sistem injeksi & penyemprotan untuk bangunan yang belum jadi (pre-construction) dan yang sudah jadi (post-construction).

Metode  Chemical Barrier System (CBS) ditujukan untuk :
a. Untuk bangunan yang belum dibangun (Pre-Construction Building)
b. Untuk bangunan yang sudah dibangun (Post-Construction Building)
Cakupan hama : Semua Jenis Rayap Tanah (Subterranean Termites)


PROSEDUR PEKERJAAN

Prosedur pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pre- Construction

a. Foundation Treatment (Pondasi)
Ditujukan untuk membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan penyemprotan ke dalam galian pondasi dan dinding pondasi sebanyak + 5 liter/m2.
ii. Dilakukan penyemprotan pada tanah urug setelah pondasi terpasang secara bertahap hingga seluruh pondasi tertutup oleh tanah urug.

b. Soil Treatment (Lantai tanah)
Ditujukan untuk melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke atas di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Penyemprotan dilakukan setelah proses urugan tanah selesai dan diratakan untuk membuat lantai kerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan saat tanah urug sudah ditimbun dengan pasir lantai kerja.
ii. Dilakukan penyemprotan pada lapisan teratas tanah urug pada lantai bangunan sebanyak + 5 liter/m2.

c. Wood Treatment (Kayu)
Ditujukan untuk melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kusen kayu yang belum di cat pada bangunan, sesuai tahapan pembangunan.
ii. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kayu struktur atap yaitu pada kuda-kuda dan plafon sebelum dipasang dengan tujuan agar pelaburan/penyemprotan dapat lebih menyeluruh.
iii. Larutan termitisida yang akan disemprotkan pada kayu itu sebanyak 0,3 ltr/m2.


2. Post-Construction

a. Foundation Treatment (Pondasi)
Ditujukan untuk membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pengeboran lantai (diameter 8 mm) pada kedua sisi dari dinding pondasi setiap 30-40 cm, dengan 5 ltr larutan/m1 sesuai kondisi di lapangan.
ii. Larutan termitisida kemudian diinjeksikan ke tiap lubang ±(2 liter) sehingga membentuk ikatan lapisan penghalang di dalam tanah.
iii. Dilakukan penutupan lubang dengan semen berwarna serupa dengan warna lantai.

b. Soil Treatment (Lantai tanah)
Ditujukan untuk melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke atas di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Penyemprotan dilakukan setelah proses urugan tanah selesai dan diratakan untuk membuat lantai kerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan saat tanah urug sudah ditimbun dengan pasir lantai kerja.
ii. Dilakukan penyemprotan pada lapisan teratas tanah urug pada lantai bangunan sebanyak + 5 liter/m2.

c. Wood Treatment (Kayu)
Ditujukan untuk melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kusen kayu yang belum di cat pada bangunan, sesuai tahapan pembangunan.
ii. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kayu struktur atap yaitu pada kuda-kuda dan plafon sebelum dipasang dengan tujuan agar pelaburan/penyemprotan dapat lebih menyeluruh.
iii. Larutan termitisida yang akan disemprotkan pada kayu itu sebanyak 0,3 ltr/m2.

                       
B. Termite Baiting System (TBS)

Pengendalian rayap dengan sistem pengumpanan yang dapat menuntaskan seluruh koloni rayap di bawah tanah.

Di Indonesia pada umumnya ada tiga jenis rayap tanah yang paling sering menyerang bangunan antara lain rayap tanah jenis macrotermes, microtermes, dan coptotermes. Rayap tanah hidup dan berkembang biak optimal didalam tanah pada kedalaman 1 – 2 meter. Rayap membangun kerajaannya dengan cara berkoloni dan hidup secara berkasta. Kasta tertinggi adalah ratu dan raja, tentara, dan pekerja merupakan kasta terendah. Kasta pekerja yang bertugas merawat dan memberi makan kasta-kasta lain dalam satu koloni. Sifat transfer makanan dari rayap satu ke ribuan rayap lainnya adalah cara kerja mereka sehingga meyebabkan kecepatan kerusakan terhadap bahan bahan yang mengandung sellulosa seperti, kayu, kertas karpet, kabel dll yang merupakan makanan pokok rayap. Tingkat kerusakan dan daya jelajah dari tiga jenis rayap tanah yang paling hebat adalah jenis Coptotermes. Berdasarkan hasil survey dan kondisi bangunan yang sudah terinfestasi rayap maka kami merekomendasikan tindakan pengendalian dengan sistem pengumpan ( Termite baiting system ). 

Adapun keuntungan dari TBS ini sehingga kami merekomendasikan dengan system tersebut adalah :

  • Termite Baiting System tidak akan mengganggu atau merubah struktur  bangunan yang ditempati. Dengan sistem ini tidak perlu melakukan pengeboran pada interior maupun exterior.
  • Termite Baiting System tidak hanya membentengi bangunan dari serangan  rayap, namun dapat memusnahkan koloni rayap.
  • Dapat memberikan proteksi dari serangan rayap selama mungkin.
  • System ini sangat cocok untuk highrise building. 


METODE PELAKSANAAN TERMITE BAITING SYSTEM

Metode : Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan. 
Cakupan hama :   Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp dan rayap jenis macro / micro.

PROSEDUR PEKERJAAN
a. Installation 
Dilakukan pemasangan sistem pengumpanan pada lokasi :
Above-Ground Station (AG)
Stasiun umpan yang dipasang langsung pada bangunan yang terserang. (hanya dipasang jika sudah ada serangan rayap aktif). Berisikan racun rayap berbentuk tissue yang disukai rayap.

In-Ground Station (IG)
Stasiun umpan yang ditanam ke dalam tanah di sekeliling bangunan setiap ± 5-8 m. Stasiun umpan berisikan kayu umpan untuk memancing rayap yang sedang mencari makanan.


b. Monitoring 
Dilakukan pemeriksaan rutin pada In-Ground Station tiap 2 minggu sekali. Jika ditemukan adanya serangan rayap aktif pada kayu umpan, maka kayu umpan diganti dengan recuit II.  Monitoring juga dilakukan pada Above-Ground Station untuk memastikan apakah umpan telah termakan dan jumlah umpan masih mencukupi sampai monitoring selanjutnya. Pada saat melakukan monitoring, dilakukan pula inspeksi pada area disekitar station dan area kritikal lainnya untuk mengetahui adanya infestasi rayap baru.

c. Elimination
Dilakukan pemeriksaan rutin & penambahan tissue di dalam In-Ground & Above-Ground Station tiap 2 minggu sampai koloni rayap habis tereliminasi (umumnya 3-6 bulan)


d. Monitoring Lanjutan
Setelah proses eliminasi koloni selesai, teknisi akan tetap melakukan monitoring pada Above-Ground Station dan mengganti Recruit II pada In-Ground Station dengan WMD / kayu umpan kembali. 


Jakarta Pest Control
Telp  : 021 - 9604.6408
HP    : 0813.8650.1642.

Sunday, October 30, 2011

Termite Control (Baiting System)







These are above ground (AG) baiting system.


This baiting system is used at active termite ways.




These are in ground (IG) baiting system. It is used to prevent termite from soil raise up to the building and to eliminate all termite in colony in groud.



In ground (IG) baiting system can be used to monitor termite before raise up to building.

Termite Control (CBS-Pre Construction)

Termite Control use Chemical Berrier System (CBS) for Pre Construction.









Spraying chemical around the building.


Injection process near building foundation.




Sunday, May 8, 2011

Termite Baiting System

In general there are three types of subterranean termites are the most common termites attacking buildings include soil type macrotermes, microtermes, and coptotermes. Subterranean termites live and breed optimally in the soil at a depth 1-2 feet. Termites build his kingdom in a way colonize and live in a caste. The highest caste are the queens and kings, soldiers and workers are the lowest caste. Caste workers charged with caring for and feeding the other castes in a colony. The nature of the transfer of food from one to thousands of termites termites is their work so that speed causes damage to materials that contain cellulose like wood, paper, carpet, cable etc which is the staple food of termites. The level of damage and cruising range of three types of subterranean termites are the most severe type of Coptotermes. Based on the survey results and condition of the building is infested termites then we recommend control measures to the feeder system (termite baiting system).

The advantage of this TBS, so we recommend the system are:

A. Termite Baiting System will not interfere with or alter the structure of an occupied building. With this system does not need to do the drilling on the interior or exterior.
B. Termite Baiting System is not only fortify the buildings from termite attack, but to destroy the termite colony.
C. Can provide protection from termite attack as long as possible.
D. This system is very suitable for highrise building.

III. IMPLEMENTATION METHOD
Termite BAITING SYSTEM

Method: termite Baiting System (TBS) using the method of feeding.
Coverage pests: Termites Land (subterranean termite) type Sp and termite species Coptotermes macro / micro.
WORK PROCEDURES
a. Installation
Performed installation of feeding system on location:
• Above-Ground Station (AG)
Bait stations are installed directly on the building that was attacked. (Only installed if there is already an active termite attack.) Contain toxic termite termites preferred form of tissue.

• In-Ground Station (IG)
Bait stations are planted into the ground around the building every ± 5-8 m. Wood bait stations containing bait to lure the termites who are looking for food.


b. Monitoring
Routine examination in the In-Ground Station every 2 weeks. If you find any active termites feed on wood, the wood bait is replaced with recuit II. Monitoring is also done on Above-Ground Station to ascertain whether the bait has been consumed and the amount of feed is sufficient until the next monitoring. At the time of monitoring, also conducted inspections on the area around the station and other critical areas to determine the existence of a new termite infestations.

c. Elimination
Routine examination and the addition of tissue in the In-Ground & Above-Ground Station every 2 weeks until exhausted eliminated termite colony (usually 3-6 months)


d. Advanced Monitoring
Following colony elimination process is completed, the technician will continue to do monitoring on Above-Ground Station and replace Recruit II on In-Ground Station with WMD / wood bait back. 




Contact Us :

Jakarta pest Control
Jl. Pulomas 2C No. 14
Jakarta Timur
Phone     : 021-9604.6408
mobile    : 0813.8650.1642






CV JAKARTA PEST CONTROL